Sejarah Perguruan Beksi Selempang Betawi

Beksi adalah salah satu aliran seni bela diri tradisional dari tanah betawi.
Arti atau makna dari Beksi adalah “Pertahanan Empat Penjuru Mata Angin”.
Ada juga ang memaknai “Bersatulah Engkau Kepada Sesama Insan”.
 Arti atau makna yang kedua inilah yang dipegang teguh dan ditanamkan Guru Besar Perguruan Beksi Selempang Betawi.
Belajar beksi dilakoni babeh Muslih bukan lantaran kepengen menjadi  jagoan, tetapi lantaran untuk belajar bela diri agar tidak menjadi insan yang lemah dan mudah diperlakukan semena-mena oleh orang-orang jahil yang bermaksud menindasnya.
Menurut babeh Muslih yang  belajar ilmu silat beksi sejak tahun 1967-1971.
Orang belajar beksi itu bukan untuk menjadi jagoan biar ditakuti orang lain. Kalau tujuannya Cuma kepengen jadi jagoan itu namanya konyol.Orang yang belajar ilmu silat beksi dididik untuk menjadi seorang pendekar. Maksudnya, pendekar adalah insan atau orang yang memiliki sifat ksatria, berjiwa besar,
 memiliki bidi pekerti yang mulia, dan menghargai orang lain.
“Seseorang yang memiliki jiwa ksatria selalu siap sedia melindungi orang yang lemah tnpa melihat siapa dan dari mana dia berasal,”.
 Babeh Muslih kelahiran Jakarta, 19 November 1949 dan yang beralamat  di Jalan Bonjol , Gg. Warga I Rt 01/04 No. 94, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Ketekunan babeh Muslih mendalami ilmu silat beksi dari gurunya, (alm) Kong Simin, kini membuahkan hasil karena telah menjadi ilmu yang bermanfaat.
 “Guru Kong Simin adalah Ki Marhali yang merupakan murid dari Lie Cang ouk. Nama lain dari Lie cang Ouk adalah Abdul Fatah.
 Nama Abdul Fatah itu deberikan oleh guru beksinya Lie Cang Oukyang bernama Ki Jidan.
Sang guru memberikan nama itu lantaran Lie Cang ouk diislamkan oleh Ki Jidan yang merupakan pongkol dari adanya ilmu silat beksi.
Kecintaan babeh Muslih kepada seni bedaya betawi, khususnya seni bela diri beksi, merupakan aplikasi dari rasa cintanya kepada kaumnya; kaum betawi.
babeh Muslih tidak ingin warisan berharga dari pendahulunya hilang tertelan perkembangan zaman di mana banyak generasi muda sekarang yang gandrung pada seni bela diri import.
 “karena itulah sejak tahun 1971 babeh Muslih mulai memberikan pelatihan kepada yang berminat untuk mempelajari beksi.

Cabang Perguruan Silat Beksi Selempang Betawi

Jurus beksi itu ada 12 jurus. Kedua belas jurus itu adalah
1. Beksi;
2. Gedig;
3. Tancep;
4. Blok B;
5. Bandut;
6. Tunjang;
7. Tingkes;
8. Silem;
9. Rasia Panca 3;
10. Beksi 2;
11. Broneng;
12. Jejel;
dan penutupnya adalah jurus selempang 12 adalah jurus langkah dari beksi.
 Itu alasan babeh Muslih menamakan Selempang Betawi pada Perguruan Silat Beksi yang babeh Muslih dirikan.Selempang itu kalau dalam bahasa Belandanya kan uniform, yang artinya pakaian yang rapi. Nah, kalu sudah rapi kita mau pergi kemana juga enak saja, “ babeh Muslih yang beberapa waktu yang lalu mengirim kontingen dari perguruannya untuk mengikuti Jambore I Pencak Silat".

Menurut babeh Muslih, ada tiga tahapan dalam mempelajari ilm silat beksi. Di mana setiap telah telah mendapat empat jurus beksi, harus diadakan rosulan yang ditutup dengan selempang sebelum melanjutkan pelajaran ke jurus berikutnya.

Tekad untuk melestarikan, merawat, dan mengembangkan seni ilmu bela diri khususnya Beksi itu semakin tertanam kuat di hati babeh Muslih lantaran ketiga rekan seperguruannya yang khatam berguru kepada (alm) Kong Simin sudah meninggal dunia.
 Mereka itu adalah (alm) Abdu Hamid dari Pondok Petung, (alm) Janin dari Kebon Kopi, (alm) H. Mahbug dari Rawa Papan Bintaro.

Perguruan Selempang Betawi memiliki murid sekitar 1000 murid yang tersebar di beberapa cabang diantaranya, Jurang Mangu Timur, Kampung Pladen, Jalan Bonjol, Jalan Sarmili, Pondok Ranji Rengas, Bintaro Sektor 2 DKI, Palbatu, karawang, Bogor, dan Sawah Baru.

 “Sabar, rendah hati, dan menjalani syareat agama adalah syarat mutlak dalam belajar beksi".

PS Beksi Selempang Betawi menggikuti Jambore Pencak silat


Perguruan Silat Beksi Selempang Betawi (SB) mengakui banyak hikmah yang dipetik dari keikutsertaannya di Jambore Seni Pencak Silat Indonesia di Taman Buah Mekarsari, Bogor, 18 Juli 2009.



SB merupakan satu dari 54 perguruan silat di Indonesia yang tampil di jambore tersebut. Perguruan silat yang berkedudukan di Tangerang Selatan ini dipimpin guru besar Muslih.

“Banyak hikmah yang kami petik dari keikutsertaan kami di jambore ini. Satu di antaranya mengetahui kemampuan para pesilat di Tanah Air dan saya sangat terkesan denagn adanya perwakilan dari warganya dalam mengikuti
Jambore Seni Pencak Silat Indonesia.” ujar Walikota Tangerang Selatan, Irfan Zaini yang juga sekretaris perguruan silat tersebut.

Sebelumnya banyak pihak yang menentang adanya seni bela diri asli Betawi tersebut.Termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang paling keras menolak keras adanya seni beksi di masyarakat.

IPSI menganggap gerakan-gerakan yang bela diri yang dikandung oleh beksi terlalu keras dan dapat mencederai lawan, sehingga IPSI melarang bela diri tersebut. Namun pada kenyataannya semakin banyak masyarakat yang ingin belajar dan menguasai seni beksi ini.

Andi Mapaganti selaku Ketua Panitia Jambore menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan mempersatukan para pesilat dari seluruh Indonesia meski berbeda aliran. Terlebih lagi, silat merupakan ilmu bela diri asli Indonesia sehingga harus dikembangkan dan lebih berkualitas supaya bisa ‘unjuk gigi’ di manca negara.

    Followers

    Recent Comments

    @copyright 2010 and powered

    Jurus-jurus:

    1. Beksi
    2. Gedig
    3. Tancep
    4. Blok B
    5. Bandut
    6. Tunjang
    7. Tingkes
    8. Silem
    9. Rasia Panca 3
    10. Beksi 2
    11. Broneng
    12. Jejel
    13. Selempang 12

Designed by Templates Next | Converted into Blogger Templates by Theme Craft