Perguruan Silat Beksi Selempang Betawi (SB) mengakui banyak hikmah yang dipetik dari keikutsertaannya di Jambore Seni Pencak Silat Indonesia di Taman Buah Mekarsari, Bogor, 18 Juli 2009.



SB merupakan satu dari 54 perguruan silat di Indonesia yang tampil di jambore tersebut. Perguruan silat yang berkedudukan di Tangerang Selatan ini dipimpin guru besar Muslih.

“Banyak hikmah yang kami petik dari keikutsertaan kami di jambore ini. Satu di antaranya mengetahui kemampuan para pesilat di Tanah Air dan saya sangat terkesan denagn adanya perwakilan dari warganya dalam mengikuti
Jambore Seni Pencak Silat Indonesia.” ujar Walikota Tangerang Selatan, Irfan Zaini yang juga sekretaris perguruan silat tersebut.

Sebelumnya banyak pihak yang menentang adanya seni bela diri asli Betawi tersebut.Termasuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang paling keras menolak keras adanya seni beksi di masyarakat.

IPSI menganggap gerakan-gerakan yang bela diri yang dikandung oleh beksi terlalu keras dan dapat mencederai lawan, sehingga IPSI melarang bela diri tersebut. Namun pada kenyataannya semakin banyak masyarakat yang ingin belajar dan menguasai seni beksi ini.

Andi Mapaganti selaku Ketua Panitia Jambore menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan mempersatukan para pesilat dari seluruh Indonesia meski berbeda aliran. Terlebih lagi, silat merupakan ilmu bela diri asli Indonesia sehingga harus dikembangkan dan lebih berkualitas supaya bisa ‘unjuk gigi’ di manca negara.